Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

3 Okt 2011

Pasir Pengampunan

  • i
Cerita ini bermula ketika dua orang sahabat sedang berjalan melewati padang pasir. Dalam perjalanan, mereka terlibat dalam sebuah pertengkaran, dan salah seorang menampar sahabatnya.

Seseorang yang ditampar merasa terluka, dan tanpa berkata apa-apa, ia menuliskan sesuatu di pasir:

HARI INI SAHABATKU MENAMPARKU.

Mereka melanjutkan perjalanan dan menemukan sebuah sumber air, mereka pun memutuskan untuk mandi di sana. Salah seorang yang ditampar wajahnya tadi terjebak dalam lumpur dan mulai tenggelam, tetapi sahabat yang menamparnya tadi menyelamatkannya.

Setelah ia pulih, ia menuliskan sesuatu pada sebuah batu:

HARI INI SAHABATKU MENYELAMATKAN HIDUPKU

Seorang yang menampar dan menyelamatkan sahabatnya tadi bertanya, "Mengapa setelah aku melukaimu, kamu menulisnya di atas pasir. Dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menuliskannya pada sebuah batu?"

Sahabatnya menjawab, "Ketika seseorang melukai kita, kita harus menuliskannya di atas pasir karena angin akan menghapusnya dan kita bisa belajar memaaafkan.

Tetapi, ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik pada kita, tuliskan kebaikannya pada sebuah batu, yang angin manapun tidak akan pernah bisa menghapusnya."

Seperti kata Sherina dalam lagunya:

Setiap manusia di dunia pasti punya kesalahan..
Tapi hanya yang pemberani, yang mau mengakui..

Setiap manusia di dunia pasti pernah sakit hati..
Hanya yang berjiwa satria, yang mau memaafkan..

Belajarlah memaafkan kesalahan orang lain dan mengingat kebaikan mereka pada kita. Jika Anda berhasil melakukannya, pasti hidup Anda penuh dengan kedamaian yang tak terkira.kapanlagi.com

Penjual Roti Yang Kelaparan

  • i
   

Kisah ini bermula dari sebuah kota yang tidak memiliki toko kue yang menjual roti yang enak. Seorang pria yang telah berkeluarga dan memiliki seorang putri melihat hal ini sebagai sebuah kesempatan untuk membangun usaha toko roti. Pasti dia akan berhasil jika berhasil menjual roti yang rasanya enak dan disukai banyak orang.

Akhirnya, setelah berlatih membuat kue, pria tersebut membangun sebuah toko kecil di samping rumahnya. Seperti yang sudah dibayangkan oleh si pria, toko rotinya laris manis dan selalu diserbu pembeli. Melihat hal ini, sang penjual roti merasa senang karena usahanya telah berhasil dan dapat semakin berkembang dalam waktu yang singkat.

Berita kelezatan roti ini menyebar ke seluruh negeri, mereka bahkan rela antri untuk mendapatkan sepotong roti yang dibuat oleh pria tersebut. Dengan fakta tersebut, sang pria semakin menaikkan kualitas roti buatannya. Dia memilih tepung terbaik, telur dari peternakan terbaik, dan selalu turun tangan sendiri membuat seluruh roti tersebut. Dari pagi hingga malam, sang pria mendedikasikan hidupnya untuk melayani kepuasan para pelanggan roti.

Tentunya pundi-pundi keuangan keluarga si pria penjual roti mengalami kenaikan. Si pria merasa hal itu akan cukup untuk membahagiakan keluarga dan anak istrinya. Bahkan dia mulai melupakan nasihat sang istri untuk banyak beristirahat atau ajakan anaknya untuk makan siang bersama. Seluruh waktu si pria sudah habis untuk membuat roti dan melayani pelanggan setianya.

Waktu terus berjalan, toko roti semakin berkembang, tetapi kesehatan si pria semakin menurun. Dia telah lelah bekerja untuk kebahagiaan pelanggannya, sehingga dia bahkan tidak sadar bahwa putri kecilnya saat ini telah menjadi remaja yang cantik, dia juga tidak ingat kapan terakhir kali mencium pipi istrinya. Pada akhirnya, si pria tersebut hanya menjadi pria tua yang sakit-sakitan dan kelaparan sekalipun hidupnya selalu dikelilingi oleh roti yang lezat.

Sahabat, tentunya baik apabila kita bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain. Tetapi apakah Anda sudah memberikan yang terbaik kepada diri sendiri dan orang yang selama ini menyayangi Anda? Membagi waktu dengan bijak harus dilakukan, jangan sampai Anda mementingkan orang lain dan lupa akan kebahagiaan diri sendiri dan orang yang Anda sayang. 
Sumber:
KapanLagi.com