Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

13 Sep 2011

Wortel, Si Jingga yang Sarat Vitamin

  • i
Begitu ada wortel, kita langsung teringat tokoh Bugs Bunny yang selalu mengunyah wortel. Dan ternyata, sayuran yang penampilannya khas ini punya khasiat yang cukup sakti.

Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), kebiasaan mengonsumsi wortel memang dapat membantu mencegah kebutaan. Bahkan tercatat, kekurangan vitamin A menyebabkan kebutaan (total atau sebagian) pada hampir 350.000 anak-anak dari 75 negara setiap tahunnya.

Sayangnya, anak sering sulit makan sayuran. Tak terkecuali wortel. Padahal, sayuran berwarna oranye terang, dengan panjang 10-20 cm dan diameter 1,5-3 cm ini punya banyak zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Di dunia ini, dikenal berbagai varietas wortel dengan ukuran dan warna yang beragam. Namun, yang paling sering kita jumpai di pasar adalah, yang berwarna oranye. Meski begitu, ada juga wortel sebesar jari telunjuk, yakni baby carrot . Untuk mengonsumsinya, biasanya wortel itu dikupas dan dicuci bersih, sehingga siap dikonsumsi sebagai makanan ringan yang sehat.

Lalu, kenapa wortel disebut sayuran yang kaya manfaat? Wortel kaya akan senyawa karoten dan berbagai senyawa fitokimia. Juga, wortel sarat vitamin (B dan C), kalsium, dan sumber serat yang sangat oke.

Vitamin A dan beta-karoten. Berapa banyak kandungan vitamin A dalam wortel sebenarnya bisa ditebak dari warnanya. Semakin oranye, merah, atau ungu warnanya, semakin tinggi kandungan vitamin A-nya. Adanya warna itu gara-gara pigmen karoten. Apa itu?

Kata karoten berasal dari kata Latin yang berarti wortel (carrot), yaitu pigmen warna kuning dan oranye pada buah dan sayuran. Salah satu anggota senyawa karoten yang banyak dikenal adalah beta-karoten, yaitu senyawa yang akan dikonversikan jadi vitamin A (retinol) oleh tubuh. Itu sebabnya, beta-karoten sering disebut pro-vitamin A (sumber vitamin A).

Tubuh akan mengkonversikan beta-karoten jadi vitamin A dalam jumlah secukupnya saja. Selebihnya akan tetap tersimpan sebagai beta-karoten. Sifat inilah yang menyebabkan beta-karoten berperan sebagai sumber vitamin A yang aman. Jadi, tidak seperti suplemen vitamin A yang bisa menyebabkan keracunan, jika diberikan secara berlebihan

Fitokimia. Adalah senyawa kimia yang berasal dari tanaman, termasuk pigmen (zat warna) tanaman. Nah, fitokimia pada wortel yang juga berperan penting, khususnya sebagai antioksidan, adalah berbagai senyawa fenolik yang umumnya terdapat di kulit.

Fitokimia lain yang penting adalah alpa-karoten. Diduga, ini adalah senyawa yang lebih kuat ketimbang beta-karoten dalam menghambat proses pertumbuhan sel tumor.

Lebih bergizi, jika dimasak dulu. Anda mungkin menyukai jus wortel segar atau makan wortel mentah karena teksturnya yang renyah? Memang, ini adalah cara baik mengonsumsi wortel.

Namun, wortel ternyata lebih bergizi, jika dikonsumsi setelah dimasak. Tradisi obat-obat China juga menyarankan agar wortel dipanaskan lebih dulu sebelum dikonsumsi.

Selain itu, artikel pada Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2000 melaporkan hasil kerja peneliti dari Universitas Arkansas di AS. Ternyata, pemanasan mampu meningkatkan aktivitas antioksidan wortel rata-rata 34% lebih tinggi daripada dalam keadaan mentah. Kok bisa? Wortel punya cukup banyak dinding-dinding sel yang keras, sehingga banyak antioksidan berbagai senyawa yang masih terikat dan terperangkap dalam susunan senyawa lainnya. Nah, pemanasan mampu membebaskan senyawa antioksidan tersebut, sehingga aktivitas antioksidan wortel masak jadi lebih tinggi.

Perlu diperhatikan, pemasakan wortel janganlah berlebihan, agar senyawa antioksidannya tidak rusak. Jadi, harus bagaimana? Panaskan secukupnya saja. Jangan sampai terlalu empuk dan jadi bubur. Wortel yang telah dimasak ini oke banget diberikan pada anak sebagai sumber vitamin A.

Sumber: ayahbunda.co.id

0 comments:

Posting Komentar