Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

23 Agu 2012

Satu Hari di Hari Raya (2)

  • i

Tidore, 19 Agustus 2012
Kriiing….kriiing…kriiiing….
==================
Suara alarm membangunkanku dan itu berarti sudah jam 4:30 pagi. Kulihat pak Budi dan Pak Mul masih terlelap, karena memang masih terlalu pagi. Tahun ini hampir semua umat Islam baik NU maupun Muhamadiyah merayakan hari raya idul Fitri bersamaan tanpa ada perbedaan waktu walaupun di awal Ramadhan ada perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan.  Alhamdulillah, akhirnya setelah beberapa tahun akhirnya umat Islam di Indonesia khususnya dapat melaksanakan sholat Id secara bersamaan.
Seperti biasanya aku bangun pagi, sholat subuh dan persiapan untuk sholat Id di masjid terdekat. Dari pengeras suara di masjid diumumkan kepada seluruh jamaah bahwa sholat Id dimulai pada pukul 07:30 waktu setempat.  Saya, Pak Yayan dan beberapa teman-teman sudah berangkat ke masjid pukul 06;30, karena sudah menjadi kebiasaan kita di Jawa untuk berangkat lebih pagi untuk sholat id.  Dalam perjalanan ke masjid suasana di jalanan sangat sepi bahkan belum ada warga local yang berangkat ke masjid untuk sholat Id. Hanya kurang dari sepuluh menit kami telah sampai di masjid, karena memang jarak mes ke masjid cukup dekat dan setiap hari kita lewati saat berangkat ke lokasi. 
Biasanya saat Idul Fitri masjid-masjid selalu mengumandangkan takbir dan tahmid dari selepas sholat magrib hingga sesaat sebelum sholat id dimulai. Dan panitia sholat id biasanya datang lebih awal. Tapi di sini sangat berbeda, sesampainya di masjid belum ada satupun jamaah yang datang bahkan panitia atau takmir masjid belum nampak.. Dan hanya terdengar sayup-sayup takbir dan tahmid dari kaset atau CD yang diputar seelepas sholat subuh. Pak Budi dan beberapa teman mengambil posisi untuk duduk di shaf terdepan Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya para jamaah pun mulai berdatangan.
Panitia, khatib, imam masjid, takmir masjid dan para beberapa tetua telah mengambil posisi di sfaf terdepan. Disini saya agak merasa aneh, ada sedikit keributan karena saya tidak sepenuhnya mengerti dengan bahasa yang  ucapkan. Kira-kira begini, ternyata ada beberapa tetua yang datang agak terlambat sehingga tidak dapat duduk di shaf depan.  Akhirnya beberapa jamaah anak-anak dipindah ke shaf belakang dan hampir saja pak Budi dan beberapa teman dipindah ke shaf belakangnya tapi seorang jamaah di sebelah saya melarangnya dan menyarankan untuk bergeser saja.  Beberapa tetua yang berada di shaf ke dua akhirnya maju untuk bergabung dengan para tetua lainnya. Hal ini pasti akan membingungkan bagi para pendatang tidak mengerti tradisi setempat. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi kalau para tetua, panitia , takmir masjid datang lebih awal ada ada koordinasi sebelumnya. Menurut yang saya pahami siapa yang datang pertama ke masjid berhak untuk duduk di shaf yang terdepan.
Ada beberapa ritual sebelum sholat ied  dimulai yaitu pengumpulan sedekah atau mengisi kotak amal tapi disini dilakukan oleh dua orang yang membawa sorban masing-masing memegang ujung sorban dan berjalan di setiap shaf kemudian para jamaah memasukkan uang ke dalam sorban. Ada pula jamaah yang memberikan sedekah untuk pembawa sorban dengan mejejalkan beberapa lembar uang ribuan ke tangan pembawa sorban. Setelah selesai ada satu lagi sebelum sholat Id dimulai, ada empat orang berdiri di depan mimbar dengan membawa sapu tangan berwarna biru tua. Aku penasaran apa yang akan dilakukan mungkin membaca qamat secara bersamaan. Tapi tebakanku salah, ternyata mereka membacakan niat untuk sholat id sebanyak dua kali.
Tepat pukul 08;10 waktu setempat sholat id dimulai, dilanjutkan dengan khutbah sholat idul fitri.
==== 000 ====
Teriring salam dari seberang lautan, yang seharusnya saat ini duduk bersama merayakan hari kemenangan, hanya bisa menyampaikan sebait kata permintaan maaf atas kesalahan selama ini. Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin.
“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H”
==== 000 ====

0 comments:

Posting Komentar