Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

4 Mar 2012

Memaknai Hari

  • i
Tadi pagi sebelum subuh, tiba-tiba saja saya kepikir untuk membuat istilah-istilah untuk setiap hari. Walau agak telat, anggaplah ini sebagai salah satu resolusi di tahun 2012 ini.
Berikut nama-nama hariku:

Senin : hari kesehatan (health day)
Selasa : hari kekayaan (wealth day)
Rabu : hari keberuntungan (lucky day)
Kamis : hari persahabatan (friendship day)
Jumat : hari keberkahan (blessing day)
Sabtu & Minggu: hari kebahagiaan (happiness day)

Memang, hal di atas kelihatannya adalah hanya hal sepele namun ternyata sangat penting bagi kita untuk mencoba memaknai setiap hari yang kita lewati dalam framework yang positif. Ini bukan hanya slogan. Dan juga bukan bertujuan untuk mensakralkan hari-hari tertentu sehinga mengarah kepada mitos atau kemusyrikan.
Pernah nggak, kita mendengar curhat seseorang seperti ini: “Wah hari ini sial banget nih saya. Dari pagi istri udah ngomel-ngomel di rumah, terus anak-anak juga pada susah diatur lagi, dibangunin susah, disuruh ke sekolah susah. Ehh..sampe kantor saya juga dapat teguran dari atasan, katanya laporan yang saya kirim kemarin banyak yang salah.. wah, benar-benar hari sial nih, sudah jatuh ketimpa tangga lagi.”
Kondisi di atas sebenarnya mungkin hal yang lazim kita rasakan. Namun si ‘curhater’ (sang pencurhat maksudnya) memaknai semua kejadian yg dia rasakan di hari itu sebagai sebuah hal yg negatif (kesialan).
Coba kalau kita ubah statement-nya menjadi sbb: “Alhamdulillah nih, hari ini saya banyak dapat pelajaran berguna sejak pagi. Istri banyak memberi masukan-masukan dan perilaku anak-anak membuat saya berfikir untuk mencari metode-metode baru dalam mendidik mereka. Sudah gitu, atasan di kantor juga ngajarin saya cara buat laporan yang baik..wow pokoknya it’s a wonderful day!”
Gimana? Beda kan? Kondisi yang sama tetapi dimaknai dengan cara yang berbeda. Sesungguhnya setiap kejadian merupakan objek yang netral. Kemampuan kita dalam memaknai kejadian tersebutlah yang membuatnya terasa berbeda beda.
Salam Memaknai Kehidupan.terimakasihku.com

0 comments:

Posting Komentar